mencoba untuk menghapus jejaknya dalam hatiku. tapi, sekuat apapun aku berusaha, jejak itu terlalu dalam dan tak mampu tuk menghapusnya. semakin berusaha melupakannya, semakin sering ku memikirkannya. huuff, salahkah perasaan ini, ketika aq biarkan tumbuh tanpa seorang pun yang tau apa yang kurasa termasuk dirinya.
kadang ku berpikir, mengapa banyak orang dengan mudah mengungkapkan apa yang dia rasa. Sementara aq, terbelenggu dengan rasa yang tak mampu aku ungkap, dan semua hanya terertahan di bibir ini.
Satu-satunya alasan aku untuk tetap mempertahankan perasaan ini adalah Tuhan. sebab hanya Dia yang tau perasaan apa yang ku rasa. dan terus berharap, bahwa di dalamNya harapanku tidak akan sia-sia. Satu hal yang harus terus ku percaya, Dia punya waktu dan cara yang terbaik untuk mempersatukan kami. walau saat ini seolah tiada dasar bagi ku untuk mengharapkannya